Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Agustus 2023

MERDEKA BELAJAR DALAM RENUNGAN

 

                                                   

MERDEKA BELAJAR DALAM RENUNGAN

Disusun oleh: Erna Hikmati Hidayah


Tahukah kita?

bahwa saat ini era Merdeka Belajar?

Katanya murid di sekolah dapat berekspresi sepuasnya,

namun tetap dalam bimbingan guru.

Guru yang mendidik dengan penuh antusias dan semangat,

akan melahirkan murid-murid yang ceria,

dalam pembelajaran penuh makna.

              Namun tahukah kita?

              bahwa sebelum memerdekakan murid-murid dalam belajarnya,

guru lebih dahulu harus mampu memaknai,

guru harus dapat  menghayati,

bahwa diripun sebagai manusia yang merdeka,

 juga tetap  terus belajar.

                    Guru berikan kepercayaan kepada murid....

                    agar mampu menggali potensi diri masing-masing

                    namun.....

                    tetap dalam  bimbingan guru.

                    Guru yang penuh antusias dan semangat mengajar

                    tak kenal lelah mencerdaskan mereka

                    walau kadang harus kecewa dengan sikap murid-muridnya.

           Ki Hajar Dewantara berkata..

           mendidik itu berarti memberi ilmu demi kecakapan hidup anak

           dalam usaha mempersiapkannya untuk segala kepentingan hidup

           baik dalam hidup bermasyarakat

           maupun  hidup berbudaya

           dalam arti yang  seluuuuuas-luasnya.

    Tahukah kita?

    bahwa sekecil apapun yang kita sampaikan kepada murid di depan kelas,

    akan berkontribusi pada kecakapan hidup murid  saat dewasa.

    Saat kita di depan kelas,

    seorang guru sesungguhnya….

    sedang membentuk masyarakat calon pemimpin negeri ini…

    Luar biasa…..

    banyak dari sikap dan tutur kata kita sebagai guru,

    kelak akan menginspirasi murid dalam kehidupannya.

                Tahukah kita?

                bahwa murid bukanlah selembar kertas putih kosong

                yang belum dicoreti tulisan atau gambar apapun

                sehingga dapat diisi dengan apapun sesuai keinginan guru

                seperti dikatakan dalam teori Tabularasa.

                            Muridpun......

                            juga bukan selembar kertas ...

                            yang sudah dipenuhi dengan gambar dan coretan

                            seperti dikatakan dalam teori Negatif.

Jadi bagaimana? 

.........................

Ki Hajar Dewantara ....

Bapak Pendidikan Indonesia amatlah bijak….

beliau berpendapat dalam teori Konvergensi ….

bahwa kodrat anak itu….

sudah memiliki coretan-coretan,

namun masih samar,

sehingga pendidikan melalui tangan para guru….

bertugas menebalkan

bertugas juga untuk mempertegas

terhadap tulisan dan coretan yang masih samar tersebut.

Terus Semangat Bapak dan Ibu Guru Hebat.

Berjuang tanpa henti untuk anak negeri.

Do'amu sebelum mendidik murid-murid negeri ini

Akan diijabah oleh Ilahi Rabbi

Karena ketulusanmu dalam baktimu.....


Sumber: Koleksi Pribadi

*******     Temanggung, 27 Agustus 2023     *******






Minggu, 04 November 2018

VIDEO PEMANFAATAN INDERAJA

Manfaat penginderaan jauh dalam bidang ilmu pengetahuan dan kehidupan sehari-hari sangat banyak. Salah satu di antaranya adalah mengubah penggunaan denah dengan QR code atau barkode. Berikut ini saya mencoba membuat video yang berkaitan dengan penambahan barkode sebagai pengganti denah pada undangan kegiatan.




Bagaimana setelah Anda menyaksikan video tersebut? 
Semoga dapat memetik manfaatnya. Selamat mencoba

Kamis, 18 Oktober 2018

MENYUSUN LAPORAN KARYA INOVATIF DALAM PENGUKURAN SKP GURU


Ditulis: Erna Hikmati hidayah

SKP singkatan dari Sasaran Kerja Pegawai. Setiap pegawai diharuskan untuk memiliki target dan laporan kerja tiap tahunnya. Demikian juga dengan guru. Dengan kompetensi yang dimilikinya, guru masih harus selalu kreatif untuk meningkatkan kualitas diri dalam kerja dan pembelajarannya. 
Ada yang menganggap sebagai beban, tetapi tidak sedikit juga yang menganggapnya sebagai bagian dari dinamika kerja. Dinikmati karena dirasa akan menjadi salah satu sarana mampu menunda kepikunan, bagi guru yang usianya sudah berkepala empat. Betapa tidak? Setiap hari berpikir dan bertindak untuk menjadikan siswanya berdaya dan berkarakter pada masa sekarang dan yang akan datang.  Semoga menjadi ladang pahala ketika para guru menjalaninya dengan tanpa pamrih. 

Hal sekecil apapun dalam kerja, jika kita mau menuliskannya, hasilnya akan baik, barokah dan semoga membawa manfaat bagi sesama. 

Pada tulisan kali ini, saya akan berbagi tentang cara penyusunan laporan hasil karya yang sering dilaksanakan oleh guru. Guru sering membuat hasil karya pembelajaran, tetapi sering juga tidak tahu bahwa kerjanya tersebut dihargai dalam penilaian SKP yang mulai tahun 2016, guru wajib membuat SKP setiap tahun. Dimulai dari target yang dibuat setiap awal tahun,dan diakhiri dengan laporan yang dibuat minimal setiap akhir tahun sebagai evaluasi pencapaian target kerja. 

Susuna pelaporan ini saya ambil dari Buku 4 Pedoman PKB ( Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) dan angka kreditnya :buka pada 

Format laporan Hasil Karya Inovatif:

Halaman judul
Halaman pengesahan oleh kepala sekolah/madrasah
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Gambar
Bab I. PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
B.Tujuan
C.Manfaat

Bab II. LANDASAN TEORETIK/TINJAUAN PUSTAKA
A.Teori Umum(sesuai dengan materi eksperimen)
B.Teori Teknis (sesuai dengan materi eksperimen)

Bab III. PROSEDUR DAN HASIL EKSPERIMEN
A.Persiapan Eksperimen
1.Obyek dan variabel eksperimen
2.Alat dan bahan yang digunakan
3.Langkah-langkah penyiapan eksperimen

B.Pelaksanaan eksperimen
1.Langkah-langkah eksperimen
2.Hasil eksperimen

Bab IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan
B.Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN :
A.Data rincian eksperimen
B.Foto pelaksanaan eksperimen

C.Bukti pendukung lainnya

Jumat, 12 Oktober 2018

SEKOLAH MODEL (BAG.2)

Pada postingan sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa untuk memastikan peningkatan mutu sesuai dengan yang direncanakan, maka sekolah membentuk tim SPMI sebagai auditor internal.
Pembagian Peranan dalam Pengembangan SPMI di Sekolah
Guna melaksanakan sistem penjaminan mutu internal, sekolah membentuk Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah. Secara organisasi, posisi dari Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah adalah seperti disajikan pada Gambar 4.


Gambar 4. Bagan Organisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal

Agar tidak terjadi tumpang-tindih peranan antara kelembagaan sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah dengan kelembagaan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah, dilakukan pembagian peranan sebagai berikut:
Tugas Sekolah :
a.    Merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan SPMI
b.    Menyusun dokumen SPMI
c.    Membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan dalam Rencana Kerja Sekolah
d.    Melaksanakan pemenuhan mutu baik dalam pengelolaan satuan pendidikan maupun proses pembelajaran
e.    Menetapkan standar baru dan menyusun strategi peningkatan mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi
f.    Membentuk unit penjaminan mutu pada satuan pendidikan; dan
g.    Mengelola data mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan

Tugas Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah :
a.    Mengkoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat satuan pendidikan
b.    Melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan supervisi terhadap pelaku pendidikan di satuan pendidikan dalam pengembangan penjaminan mutu pendidikan;
c.    Melaksanakan pemetaan mutu pendidikan berdasarkan data mutu pendidikan di satuan pendidikan;
d.    Melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah dilakukan; dan
e.    Memberikan rekomendasi strategi peningkatan mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi.

Hasil Sistem Penjaminan Mutu Internal
Hasil dari Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah terjadinya peningkatan mutu pendidikan pada level sekolah dari waktu ke waktu seperti yang terlihat pada Gambar 5. Skor tersebut adalah untuk setiap standar dari 8 SNP yang telah ditetapkan. Keberhasilan SPMI di setiap satuan pendidikan ditunjukkan oleh peningkatan skor dari setiap standar setiap kali dilakukan penilaian. Namun demikian, dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah, tidak harus dipaksakan menaikkan skor seluruh 8 standar pada periode yang sama.

Gambar 5. Hasil Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Setiap Satuan Pendidikan




Jumat, 14 September 2018

SEKOLAH MODEL (BAG 1)


Berawal dari kebingungan melangkah dari mana dan mau kemana sebagai team sekolah model, saya berusaha browsing dari berbagai sumber tentang apa itu sekolah model. Ternyata oh ternyata, saya mendapatkan informasi seperti ini.

Sekolah Model adalah sekolah yang ditetapkan dan (seharusnya) dibina oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) untuk menjadi acuan sekolah lain di sekitarnya dalam penerapan Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) secara mandiri. 
Sekolah Model dipilih dari sekolah yang belum memenuhi SNP (Standar Nasional Pendidikan). Pembinaan yang seharusnya dilakukan oleh LPMP (tentunya dengan narasumber yang seharusnya matang) dilakukan sampai sekolah mampu menerapkan Penjaminan Mutu Pendidikan mandiri. Sekolah Model memiliki kewajiban mengimbaskan praktik baik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada lima sekolah di sekitarnya. 

Pada langkah selanjutnya, setelah pengimbasan, ternyata masih ada tanggung jawab yang harus dilakukan oleh sekolah model. Yaitu Monitoring dan Evaluasi (Monev) melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). 

Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah bertujuan menjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan dasar dan menengah secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada satuan pendidikan secara mandiri.

Sistem penjaminan mutu pendidikan berfungsi sebagai pengendali penyelenggaraan
pendidikan oleh satuan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Komponen Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah terdiri atas dua komponen yaitu Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

1. Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen
satuan pendidikan;
2. Sistem Penjaminan Mutu Eksternal yaitu sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, lembaga akreditasi dan lembaga standarisasi pendidikan;

Siklus Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Dalam implementasinya, sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah mengikuti siklus kegiatan sesuai dengan komponen masing masing. Siklus sistem penjaminan mutu internal terdiri atas :
1   )   Pemetaan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan berdasarkan   
        Standar Nasional Pendidikan, (pemetaan dilakukan berdasarkan rapot sekolah);
        Diawali dengan pengisian Evaluasi Diri Sekolah (EDS),
2   )   Pembuatan rencana peningkatan mutu yang dituangkan dalam Rencana Kerja Sekolah;
3   )   Pelaksanaan pemenuhan mutu baik dalam pengelolaan satuan pendidikan maupun 
        proses pembelajaran;
4   )   Monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah dilakukan;
5   )   Penetapan standar baru dan penyusunan strategi peningkatan mutu berdasarkan hasil 
       monitoring dan evaluasi. 

Sistem Penjaminan Mutu Internal

Sistem Penjaminan Mutu Internal  merupakan suatu siklus yang kontinu yang dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan dalam menjamin peningkatan mutu pendidikan berkelanjutan serta terbangunnya budaya mutu pendidikan di sekolah. Dalam menjalankan penjaminan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan merupakan upaya terpadu dan sistematis antara seluruh pemangku kepentingan di sekolah yang meliputi Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan/Tata Usaha, dan bekerja sama dengan komite sekolah.
Sistem penjaminan mutu pendidikan di sekolah dibagi menjadi lima tahapan yaitu: 
i) pemetaan mutu; penyusunan rencana peningkatan mutu; 
ii) implementasi rencana peningkatan mutu; 
iii) evaluasi/audit internal; dan 
iv) penetapan standar mutu pendidikan. 

Pemetaan Mutu 

Guna mengetahui capaian sekolah dalam hal mutu pendidikan pada saat akan menjalankan SPMI yang pertama kali, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan pemetaan mutu dengan menggunakan dokumen  evaluasi diri yang di dalamnya termasuk instrumen evaluasi diri dengan mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai standar minimal dalam penyelenggaraan pendidikan. Hasil pemetaan mutu selanjutnya dapat dijadikan acuan di dalam menetapkan visi, misi dan kebijakan sekolah dalam melakukan peningkatan mutu pendidikan. 

Rencana peningkatan mutu

Berdasarkan hasil pemetaan mutu pendidikan yang telah dicapai (sebagai baseline) selanjutnya dilakukan langkah kedua yaitu penyusunan rencana peningkatan mutu pendidikan yang dituangkan dalam dokumen perencanaan, pengembangan sekolah dan rencana aksi. 

Implementasi 
Selanjutnya rencana pemenuhan tersebut dilanjutkan dengan langkah ketiga yaitu implementasi rencana peningkatan mutu selama periode tertentu (semester atau tahun ajaran). 

Audit Internal
Setelah perencanaan dan pengembangan sekolah tersebut diimplementasikan selama periode tertentu, dilakukan langkah keempayaitu evaluasi/ audit secara internal untuk memastikan bahwa pelaksanaan peningkatan mutu berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Laporan dari hasil evaluasi adalah; (i) pemenuhan 8 SNP, dan (ii) hasil implementasi dari rencana aksi. 

Penetapan Standar Mutu Baru 
Dari hasil evaluasi/audit kemudian dilakukan langkah kelima yaitu penetapan standar mutu baru yang lebih tinggi apabila capaian sekolah telah memenuhi minimal sesuai SNP. Dengan demikian penerapan sistem penjaminan mutu bukanlah hanya ditujukan untuk meningkatkan mutu sesuai pada SNP namun mendorong terciptanya budaya mutu pendidikan dimana semua komponen di sekolah memiliki jiwa pembelajar dan selalu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan jaman.

Semoga membantu walaupun sedikit.

dilirik dari berbagai sumber (to be continued) 


Kamis, 27 Oktober 2016

"Ternyata ini rahasia suburnya budaya baca di Jepang"

Bismillah.
Gerakan literasi merupakan sebuah gerakan yang telah diperjuangkan  oleh  Anies Baswedan saat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Gerakan literasi ini berupa wajib membaca 10-15 menit sebelum belajar bagi para siswa sekolah berbagai jenjang. Hal ini seolah menjadi gebrakan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Namun lagi lagi tergantung dari masing-masing guru dalam penerapannya. Ketika tidak ada kerjasama dan kekompakan untuk menggerakkan siswa di 15 menit awal belajar, maka mustahil kita mampu mengejar ketertinggalan peringkat  Indonesia dalam hal membaca dan menulis, yang saat ini menempati urutan ke 60 di bawah Malaysia, Thailand dan Singapura. Tahu gak dari berapa negara?  ......dari 61 negara !!!! (Malu ya?)
Oke kita lanjut....Kegiatan wajib membaca yang dicanangkan ini merupakan salah satu bagian dari program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP),yang  diharapkan jika  program ini berjalan dengan baik maka potensi para siswa dapat digali lebih dalam lagi.
Keluhan para guru di Indonesia saat ini adalah lemahnya ataupun malasnya siswa membaca bahan pelajaran. Lain halnya dengan Jepang yang sudah sejak lama memiliki akar kuat dalam budaya membaca. Negara yang memiliki tingkat melek huruf tertinggi di dunia dengan 99% melek huruf pada anak usia 15 tahun ini memiliki beberapa hal menarik yang sepertinya menjadi alasan sukses negeri sakura ini dalam meningkatkan budaya baca mereka. Empat (4) hal yang membuat Jepang memiliki budaya membaca tinggi adalah:
1. Budaya Tachiyomi
Budaya Tachiyomi adalah budaya  membaca gratisan ala Jepang. Membaca gratisan ini dilakukan di toko, di Jepang setiap toko buku menyediakan buku yang sampul/ segelnya nya sudah dibuka agar bisa dibaca oleh para calon pembeli. Mereka tidak merasa rugi jika orang-orang datang untuk membaca buku secara gratis, para pemilik toko di Jepang malah percaya semakin banyak yang membaca, walau gratis, kemungkinan yang membalipun akan semakin banyak pula.
2. Sepuluh (10 ) Menit Membaca Di Sekolah
Sebelum Indonesia, sekitar lebih dari 30 tahun silam Jepang sudah menerapkan budaya membaca 10 menit sebelum belajar. Dikutip dari sumber yang sama, Yoshiko Shimbun, sebuah harian nasional Jepang terbitan Tokyo, gerakan ini diberlakukan dari anak pada masa sekolah dasar. Pola kebiasaan membaca ini bahkan memiliki reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) dalam kegiatannya.
3. Acara Sekiguchi
Sekiguchi adalah salah satu program televisi shopping, jika di Indonesia televisi shopping hanya untuk keperluan jual beli properti, alat kecantikan, perabot rumah tangga, atau perhiasan di Jepang acara belanja melalui televisi ini dikhususkan untuk menjual buku terbitan terbaru di mana para penonton tinggal melihat review buku tersebut saat program berlangsung dan memesan melalui telepon.
4. Menjamurnya Toko Buku
Statistik dari Niponia (sebuah majalah bulanan tentang Jepang) menunjukan bahwa toko buku di Jepang jumlahnya sama dengan toko buku di Amerika Serikat. Padahal, luas wilayah Amerika Serikat dua puluh enam kali lebih luas dan berpenduduk dua kali lebih banyak daripada Jepang.

Semoga bermanfaat.

Minggu, 11 September 2016

CONTOH ULANGAN BAB I GEOGRAFI

Materi awal geografi di SMA memang agak abstrak dan perlu kecerdikan guru untuk memilihkan metode penyampaian materi agar membekas. Materi tersebut adalah tentang Pengetahuan geografi. Namun demikian penulis yakin bahwa dengan pengalaman mengajar rekan guru , mampu meyakinkan siswa tentang materi yang oleh sebagian guru geografi dianggap terlalu abstrak. Inshaalloh pada kesempatan lain saya akan sharing  tentang pengalaman yang sudah saya terapkan ketika menyampaikan materi ini.
Pada kesempatan ini, saya berikan contoh soal tentang Pengetahuan geografi di kelas 10 smt 1. Semoga menginspirasi.


            1. Geografi berasal dari bahasa Yunani yaitu geo dan grafein.Geo artinya :
    A.      Bumi                              D. air
    B.      Lukisan                          E. gambaran
    C.      batuan 
2. Suatu ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerang sifat-sifat bumi, menganalisa gajala-gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu adalah  pengertian geografi menurut……
    A.      Copernicus                 D. Columbus
    B.      Bintaro                         E. Galileo            
    C.      Bintarto 
3. Salah satu ruang lingkup geografi adalah mempelajari Pedosfer, yaitu bagian bumi berupa…..
    A.      Struktur tanah           D. Struktur atmosfer
    B.      Struktur batuan        E.  Flora fauna
                      C.      Struktur air
                  4. Ilmu  pendukung geografi yang mempelajari tentang persebaran flora fauna  disebut …..
    A.      Klimatologi                  D. Pedologi
    B.      Geologi                        E. meteorology
                      C.      biogeograf
                  5. Dalam geografi, Laut, persegesaran benua, mata pencaharian penduduk, flora, fauna, tanah,    
                      batuan, merupakan obyek …
    A.      Material                       D. Biologis
    B.      Formal                          E non fisik
                      C.      Fisik 
                       6.  Bontang terletak di tepi pantai. Hal ini menyebabkan sebagian wilayah Bontang Koala terkena banjir Rob jika air pasang ..  
                            Konsep yang tepat untuk mendeskripsikan fenomena geografis  wilayah tersebut adalah konsep…
    A.       Interdependensi              D. Pola
    B.       Morfologi                        E. Keterkaitan keruangan
                            C.        Jarak 
                       7. Mekanisasi pertanian memiliki nilai positif antara lain efisiensi/ penghematan waktu, biaya, tenaga. Tapi disisi lain, banyak  
                           petani tersingkir karena tenaganya tidak digunakan lagi, akhirnya mereka melakukan urbanisasi. Konsep geografi yang     
                           sesuai  untuk fenomena tersebut adalah..
   A.       Pola                                 D. interaksi/ interdependensi
   B.       Lokasi                              E. keterkaitan keruangan
   C.        Aglomerasi
              8. Kota Samarinda ke Bontang berjarak  adalah 100 km,  Jika ditinjau dari konsep, maka yang tepat adalah….
  A.       Konsep jarak relative      D. Konsep ketrjangkauan
  B.       Konsep jarak absolute    E. Konsep lokasi absolut
  C.        Konsep lokasi

              9. Jika aku kesamarinda naik bus bisa ditempuh dalam waktu   adalah 2,5 jam , maka jika ditinjau dari konsep,  yang tepat   
                  adalah….
 A.       Konsep jarak relative      D. Konsep ketrjangkauan
 B.       Konsep jarak absolute    E. Konsep lokasi absolut
                         C.       Konsep lokasi 
                  10. Jika aku ke samarinda, bisa , bisa dijangkau dengan naik kapal, sepeda motor, dan angkutan umum.
                Kajian yang tepat untuk hal tersebut adalah menggunakan konsep…
A.       Lokasi                              D. aglomerasi
B.       Jarak                                 E. pola
C.        keterjangkauan
                  11.  Letak lintang Indonesia adalah  di 110 LS, dan 60 Lintang Utara. Kajian yang tepat untuk deskripsi/ uraian tersebut adalah   
                          konsep:
A.       Lokasi relative                 D. aglomerasi
B.       Lokasi absolute/ mutlak   E. morfologi
C.        pola                                 
               12.     Kota bekasi merupakan kota sentral industri. Didirikan karena untuk mengantisipasi agar pencemaran tidak menyebar ke      
                       mana-mana. Konsep yang tepat untuk mengkaji/ membahas fenomena di atasadalah konsep…
A.       Morfologi                        D. jarak
B.       Aglomerasi                       E. nilai kegunaan
C.        lokasi
                13.     Karena keindahan pemandanganx dan kerindangan tempatnya, maka di daerah Berbas ujung Kota Bontang  dibangun lokasi  
                         wisata mangrove. Konsep yang tepat untuk mengkaji wilayah ini adalah….
A.       Konsep  lokasi                 D. konsep agomerasi
B.       Konsep nilai kegunaan      E. konsep  diferensiasi area
C.        Konsep keterkaitan keruangan
               14.     Jika perumahan penduduk dibangun  sepanjang jalan raya untuk memudahkan transportasi, maka konsep yang tepat adalah:
A.       Pola                                 C.   jarak 
B.       lokasi                               D. aglomerasi        
C.        posibilis
              15.     Kota Samarinda membutuhkan beras yang dihasilkan dari Sulawesi, dan Pulau Jawa.
               Hal ini menunjukkan adanya konsep…
A.       Keterkaitan keruangan, D. jarak
B.       Interaksi                          E. diferensiasi area
C.        lokasi
 ESSAY:
          1.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan aliran fisis posibilis!
          2.       Apa yang dimaksud dengan pendekatan formal?
          3.       Bahan tambang batubara  terdapat di beberapa wilayah, antara lain di kabupaten Kutai Timur,    
                 Kota Bontang, dan Kabupaten Kutai kartanegara , Dalam mengkaji fenomena tersebut,                    
                 kita menggunakan   prinsip ….                  
         4.       Jika banjir disebabkan oleh sampah yang dibuang oleh manusida di sungai ataupun  di parit. Maka   
                kajian untuk memecahkan masalah tersebut adalah menggunakan pendekatan….

SELAMAT MENGERJAKAN