Minggu, 27 Agustus 2023

MERDEKA BELAJAR DALAM RENUNGAN

 

                                                   

MERDEKA BELAJAR DALAM RENUNGAN

Disusun oleh: Erna Hikmati Hidayah


Tahukah kita?

bahwa saat ini era Merdeka Belajar?

Katanya murid di sekolah dapat berekspresi sepuasnya,

namun tetap dalam bimbingan guru.

Guru yang mendidik dengan penuh antusias dan semangat,

akan melahirkan murid-murid yang ceria,

dalam pembelajaran penuh makna.

              Namun tahukah kita?

              bahwa sebelum memerdekakan murid-murid dalam belajarnya,

guru lebih dahulu harus mampu memaknai,

guru harus dapat  menghayati,

bahwa diripun sebagai manusia yang merdeka,

 juga tetap  terus belajar.

                    Guru berikan kepercayaan kepada murid....

                    agar mampu menggali potensi diri masing-masing

                    namun.....

                    tetap dalam  bimbingan guru.

                    Guru yang penuh antusias dan semangat mengajar

                    tak kenal lelah mencerdaskan mereka

                    walau kadang harus kecewa dengan sikap murid-muridnya.

           Ki Hajar Dewantara berkata..

           mendidik itu berarti memberi ilmu demi kecakapan hidup anak

           dalam usaha mempersiapkannya untuk segala kepentingan hidup

           baik dalam hidup bermasyarakat

           maupun  hidup berbudaya

           dalam arti yang  seluuuuuas-luasnya.

    Tahukah kita?

    bahwa sekecil apapun yang kita sampaikan kepada murid di depan kelas,

    akan berkontribusi pada kecakapan hidup murid  saat dewasa.

    Saat kita di depan kelas,

    seorang guru sesungguhnya….

    sedang membentuk masyarakat calon pemimpin negeri ini…

    Luar biasa…..

    banyak dari sikap dan tutur kata kita sebagai guru,

    kelak akan menginspirasi murid dalam kehidupannya.

                Tahukah kita?

                bahwa murid bukanlah selembar kertas putih kosong

                yang belum dicoreti tulisan atau gambar apapun

                sehingga dapat diisi dengan apapun sesuai keinginan guru

                seperti dikatakan dalam teori Tabularasa.

                            Muridpun......

                            juga bukan selembar kertas ...

                            yang sudah dipenuhi dengan gambar dan coretan

                            seperti dikatakan dalam teori Negatif.

Jadi bagaimana? 

.........................

Ki Hajar Dewantara ....

Bapak Pendidikan Indonesia amatlah bijak….

beliau berpendapat dalam teori Konvergensi ….

bahwa kodrat anak itu….

sudah memiliki coretan-coretan,

namun masih samar,

sehingga pendidikan melalui tangan para guru….

bertugas menebalkan

bertugas juga untuk mempertegas

terhadap tulisan dan coretan yang masih samar tersebut.

Terus Semangat Bapak dan Ibu Guru Hebat.

Berjuang tanpa henti untuk anak negeri.

Do'amu sebelum mendidik murid-murid negeri ini

Akan diijabah oleh Ilahi Rabbi

Karena ketulusanmu dalam baktimu.....


Sumber: Koleksi Pribadi

*******     Temanggung, 27 Agustus 2023     *******






Minggu, 12 Maret 2023

OSN LAGI PASCA PANDEMI COVID-19

Assalamualaikum wr wb...... 

OSN kembali hadir di tahun 2023. Dan sudah lama tidak update tentang Olimpiade Sains Nasional. Saya mencoba untuk update semampu saya. Semoga membawa keberkahan bagi semua pihak yang ingin menjajal kemampuannya, alias siap Uji Nyali. 

Pada bulan lalu, 14 Februari 2023, Puisat Prestasi Nasional membagikan informasi terkait OSN Tingkat Sekolah (OSN-S) jenjang SMA/MA tahun 2023.

Untuk mengawali OSN yang dilaksanakan secara luring 27 Agustus sampai  2 September 2023, dilakukan seleksi sbb:

Tingkat sekolah (OSN-S) secara daring tanggal 23-akhir Februari 2023

Tingkat Kota/ Kabupaten (OSN-K) secara daring 


Setelah melakukan pendaftaran, akan dilanjutkan dengan seleksi tingkat kabupaten secara daring, yang dilakukan pada lokasi sekolah yang ditunjuk. 

Selanjutnya, akan diambil 10 peserta (aturan tahun lalu), untuk maju ke OSN tingkat Provinsi (OSN-P) secara daring juga. 

Maka tahapan sekarang ini paling tidak, siswa yang sudah lolos sebagai peserta OSN di tingkat sekolah, bersiaplah untuk mendaftar pada link yang  ada, untuk mendaftar sebagai peserta di tingkat Kota/ Kabupaten.

Jangan lupa ya... berkonsultasi dulu kepada Guru pembimbing di sekolah, dan pastikan batasan pendaftarannya hanya sampai tanggal 24 Maret 2023 loh.....Jangan sampai terlewat.


Selamat berjuang, Anda Pasti Bisa melakukannya.... Insyaalloh.  

Orang yang paling berusaha dengan sungguh sungguhlah yang akan mendapatkan hasil terbaik'

Namun jika belum mendapatkan hasil  terbaik, maka yakinlah akan ada hasil lain yang lebih baik akan Anda dapatkan. 

Sampai jumpa lagi  di postingan lain terkait OSN 2023. 


Wassalamualaikum wr wb. 



Minggu, 27 Februari 2022

PEMBAHASAN SOAL KSN-K GEOGRAFI

         Waktu tidak terasa berjalan dengan cepatnya. Seolah baru saja calon peserta Kompetisi Sains Nasional/KSN tingkat Kota dan Provinsi dibimbing oleh guru-guru dan belajar mandiri tentang soal-soal KSN. Yang lolos ke   Tingkat Nasional pun juga baru saja melepas kelelahannya.

        Namun tidak ada rasa lelah kalau kita sadar akan makna Hidup. Maka teruslah berbuat untuk kehidupan kita. Apa sebenarnya hakekat hidup yang kita pahami? kalau hanya kesenangan saja yang kita perturutkan? Sejak di dalam kandungan, kita manusia sudah berusaha bergerak. Bergerak menendang dinding perut ibu sehingga sakit sakit bahagia. Sebab itu tanda bahwa bayi di dalam kandungan ibu sehat dan masih hidup. Adakah lelahnya jabang bayi tersebut? 

        Maka biarlah lelah mengikuti kita di belakang, dan jangan sampai menempel di diri kita.  Berbuat baik  tidak akan ada rugi bagi kita. 

Okey siap ya..... jangan lupa berikan komentar setelah membaca tulisan di sini nanti.KSN

Sebelumnya, silakan dilihat dulu soal berikut iniSOAL KSN-K GEOGRAFI TAHUN 2020



Rabu, 19 Januari 2022

150 Kasus dalam Sehari di Kota Kecilku

         Pandemi Covid-19 belum lagi berakhir sejak dinyatakan Pandemi pada Maret 2020. Tepatnya 3 bulan setelah ditemukannya banyak korban di Wuhan,  Cina. Entah ada apa, di saat para guru dan siswa sudah mulai bersenang riang karena sebentar lagi akan dilakukan Pembelajaran Tatap Muka dan karena  sudah tidak zona merah lagi di wilayahnya. Dinas Kesehatan Kota  sudah melakukan peninjauan terhadap fasilitas-fasilitas prokes (protokol kesehatan) di sekolah. Fasilitas tersebut antara lain penataan kelas, ketersediaan tempat cuci tangan, jamban, hand sanitizer, kebersihan lingkungan, dan lain-lain. 

           

Sumber: Grup whatsapp


Tiba-tiba muncul informasi bahwa Bontang merah membara lagi. Semua berduka, semua belum merasa lega. Pembelajaran masih daring dan guru lagi-lagi belum bisa maksimal membelajarkan siswanya. Kuota lagi kuota lagi. Uang jajan terpotong untuk jatah membeli pulsa. Jatah dari pak menteri belumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan belajar online selama 5 jam per hari.

Banyak siswa bercerita bahwa orangtuanya selalu marah kalau kuota habis. Dijelaskan dengan berbagai alasan pun tetap marah, dikiranya mereka main game. 

Beberapa  siswa bercerita daripada kena marah, mending diam. nanti kalau tidak ikut pelajaran, orangtua akan dipanggil. Mereka kaget karena gegara paket data akhirnya anaknya alpa. 

Sekolah menyediakan sarana untuk belajar di sekolah. Komputer yang tersambung dengan  wifi yang lancar. Namun siswa tidak mau, karena merasa tidak bisa bebas jika belajar di sekolah. 

Jadi dalam hal ini, masalahnya tidak akan terselesaikan.   


Sabtu, 21 September 2019

REUNI...REUNI... 1

Masa-masa yang tidak dapat dilupakan adalah masa-masa masih sekolah dan kuliah. Banyak cerita lucu dan unik jika diingat-ingat. Kejadian-kejadian saat itu tentunya tidak pernah akan disangka bahwa kejadian-demi kejadian itu menjadi kesan yang begitu mendalam  di masa yang akan datang.
Dan kini, saat masa yang akan datang itu tiba di depan mata, kita hanya dapat mengerenyitkan jidat tanda mengingat-ingat. Untaian-untaian kalimat dan ribuan celetukan khas anak remaja menjadi bermakna.
Keinginan bertemu dengan teman lama, menjadi hal yang niscaya pada masa di mana medsos sudah merajalela. Tidak seperti 20 tahun yang lalu. Mencari nomor telponpun sangat sulit. Salah satu cara , berkirim surat ke alamat yang pernah disimpan. Setelah itu, barulah hubungan ke mana saja dan siapa saja dapat terjalin.
Tak pelak lagi, reuni yang dilakukan oleh emak emak yang sudah berkepala 5 pun dapat juga terjalin. Teman kuliah yang sejak  tahun 1991 tidak berjumpa pun, dapat terhunung kembali.  Alhamdulillah. Sebenarnya sudah dua kali kami bertemu, tetapi
Juni 2019, di teras rumah mb nuryanti





Sebenarnya ini adalah reuni kedua, tetapi biasa, karena tertutup kesibukan, jadi entah ke mana foto disimpan. 





REUNI...REUNI

Memanfaatkan waktu mudik, di sela-sela membantu dan melayani bapak dan ibuk, sungguh mengasyikkan. Pengin bertemu, tapi harus bisa atur waktu.
Bersama kembaran nama sesama pengguna nama erna, kami ke Parakan, mengunjungi sahabat sahabat yang sudah 26 tahun lebih tidak bertemu tepatnya sejak tahun 1993, tepatnya pada 14 Juni 2019.
sebagai kejutan, kami  datangi satu demimsatu rumah teman. Sebenarnya sdh tersambung di grup WA, tapi tentu tidak puas.

 Foto di pinggir sawah di sebuah desa di Temanggung


Aku, Erna M, dan Ana

Ada yang unik dengan pertemanan ini. Kami bertemu sejak kasus larangan  jilbab mencuat di tahun 1986. Dua teman di foto paling bawah tadi adalah teman yang kukatakan super jempol. Karena di sekolah dilarang mengenakan jilbab, akhirnya mereka pindah ke sekolah lain, agar tetap setiap hari bisa bereskolah lengkap dengan jilbab. Sedangkan aku, seorang diri. Tidak berani ambil resiko pindah sekolah. Sampai di kelas 3 alias lulus, hanya di luar sekolah aku berjilbab. Saat kegiatan di sekolah, tahu sendirilah..... hmmm.
Ekskulpun aku tidak ikut, karena memasuki areal sekolah pasti dilarang berjilbab.

Kok bisa ya????

Itulah era jaman itu. Segala sesuatu yang bernuansa jilbab, selalu dianggap mengikuti kegiatan yang ekstrim. Bahkan ada di daerah lain, jilbaber yang diusir orang tuanya karena dianggap bikin malu.



Kayak remaja kembali jika sedang berkumpul ya. Kami dari berbagai latar belakang, keluarga, pendidikan, maupun pekerjaan, bersatu padu waktu itu untuk saling menguatklan iman. Kala itu orang mencibir dengan penampilan kami, tapi biarlah....anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.
Eh... atas ijin Alloh, kini lihatlah..... di mana-mana orang berjilbab. Sehingga tidak tampak lagi mana yang jilbab beneran, mana yang hanya untuk menutup botaknya, belangnya, ubannya, de es be.

Intinya, alhamdulillah sekarang jilbab tidak lagi menjadi hal aneh, dan bukan suatu pelarangan.

OLIS DAN MAKHAD IBUNU ALI

Di bawah bimbingan Ustad Mudawi Ma'arif, alhamdulillah anakku menyelesaikan hafalan Al Qur'an
Ustad Mudawi Ma'arif, Pimpinan dan pengasuh Ma'had Tahfidz Al Qur'an Ibu Ali


27 APRIL 2019 ikut Lomba  MHQ 20 juz tingkat Jawa Timur UIN Sunan Ampel
Gambar 1: Zahrotul Juara Harapan 3 dan 

4 Mei 2019 diadakan pertemuan wali santri menyambut Ramadhan 1440 H. 



11 Mei 2019 santri ujian Paket B dengan tekun 


Lega setelah ikut UNBK bersama teman lainnya 


Menjelang wisuda pada Ramadhan 1440, santri melakukan setor hafalan dan tasmi' bil ghoib, Tasyakuran











Salah satu santri yang belajar di MIA sejak 5 tahun yang lalu, berhasil menyelesaikan setoran program pengambilan Sanad riwayat Hafsh 'an 'Aashim. atas nama M Fernanda Ramadhan

Ahad tanggal 24 Mei 2019 merupakan agenda lomba yang diikuti anakku olis bersama 7 teman lainnya (kayyis, bagus maksum, azmi, alfin, yasmin, wardah dan naifa) . Mereka akan mengikuti lomba MHQ ke Probolinggo. Walaupun tidak mendapatkan kejuaraan, paling tidak untuk menguji  mental bertarung dan keikhlasan. 



Persiapan wisuda 30 juz




Wisuda tanggal 30 Mei 2019 , wisuda sanad perdana,wisuda tahfidz ke 4, dan kelulusan PKBM ke 3




Jumat, 20 September 2019

Wisuda Kakak Yana

Goresan: Umi Erna

Dua tahun yang lalu, aku  sekeluarga menghadiri acara Wisuda Sarjana anakku pertama. Alhamdulillah, serasa lepas ikat pinggang 1 di perut. Lega.
Namun sayang, moment penting itu tidak langsung saya posting, karena kesibukan. Duh...kesibukan lagi...kesibukan lagi..... Memang itulah hidup, yang tidak dapat dipisahkan dari kesibukan.
Satu permohonan, semoga senantiasa dapat menjaga keikhlasan dalam bersibuk ria.

Blog ini kujadikan prasasti untuk tulisan dan fotoku dan keluarag, sahabat maupun kegiatan yang kuikuti. Di samping itu, jadi prasasti penyimpanan foto, yang sayang kalau dibuang.

Apakah pembaca sering mengalami hape lemot sehingga harus berpikir untuk menyimpan foto-foto kenangan? Di sinilah salah satu tempatnya. Seharusnya memang saat terjadi suatu peristiwa, langsung diposting di blog. Namun...yaaah... lagi lagi karena sibuk, jadi harus bisa menyempatkan diri.

Baiklah ......berikut adalah foto-foto, setelah 11 tahun merantau mencari ilmu di Jawa. Harapannya, ilmu dunia dan akherat senantiasa yang dapat bermanfaat untuk umat. Bukan ilmu dunia yang hanya sedalah kerongkongan saja.























 Di wisuda cucu pertama ini, tak mau ketinggalan, eyang putri ditemani Om, turut hadir. Cuma sayangnya kami tidak dapat menyaksikan prosesinya. Hanya lewat televisi siaran langsung saja.







Selamat Kakak, semoga barokah ilmu dan senantiasa tak lupa dengan ibadah dan berbakti kepada umi dan bapak. Karena kata orang bijak, sesukses apapun diri kalian, jika orangtua kau tinggalkan, maka tak akan berarti apa-apa. Merekalah orang yang tak akan dapat dipisahkan sampai maut yang memisahkan. Bahkan orangtualah yang akan tetap setia menunggu kehadiranmu selagi kamu jauh baik jiwa maupun raga. Kadang jauh, tapi terasa dekat  karena sering komunikasi, tetapi ketika sudah dekat, justru terasa jauh karena yang ditatapsetiap harijustru yang ada di alat komunikasi

Jadi harus gimana ya? 
So Sweet and sholihah with big family until maut menjemput.